Cara-Cara Meraih Kemenangan Judi Online

Tag: Mafia Italia Menakutkan

Mafia Menjadi Penyebab Italia Aman dari Teroris

Pada tanggal 13 November 2015, teroris ISIS telah menyerah ke beberapa titik yang ada di kota Paris. Jumlah korban yang tewas atas serangan dari ISIS itu sekitar 130 orang dan juga ada ratusan orang yang terluka akibat serangan tersebut. Maret 2016, teroris telah meledakan diri nya di bandara dan juga stasiun kereta api bawah tanah Brushless korban akibat kejadian ini sekitar 32 orang yang tewas. Maret 2017, seorang pelaku dari teroris yang menabrakan mobilnya kerumunan pejalan kaki yang ada di Westminster Bridge, London dan juga menikam beberapa polisi. Korban yang tewas akibat kejadian ini sebanyak 5 orang.

Dua bulan kemudian, teroris menyerang konser Ariana Grande di Manchester dan menewaskan 22 orang. Satu bulan setelahnya, Juni, teroris menyerang pejalan kaki di sekitar London Bridge. Tiga orang tewas, 50 lainnya luka-luka. Agustus, giliran Barcelona yang jadi sasaran teror. Sebanyak 13 orang tewas dan sekitar 50 orang lainnya luka-luka. Catatan situs tangkasnet di atas memperlihatkan bahwa kota-kota besar di Eropa, dari Inggris sampai Spanyol, kerap menjadi target aksi biadab para teroris. Atas nama jihad dan khilafah, mereka menyerang wilayah Barat yang kerap diasumsikan sebagai “musuh bersama.” Menariknya, tak satupun kota Italia tercantum dalam daftar tersebut. Berikut ini beberapa kejadian yang menjadikan mafia menjadi sebuah alasan di Italia tidak terjadinya serangan dari para teroris. Berikut diantaranya.

 

Bukan Keberuntungan

Michele Groppi dalam “The Terror Threat to Italy : How Italian Exceptionalism is Rapidly Diminishing” saksi menyatakan, sejak peristiwa 9/11, 20 plot serangan teroris telah berlangsung di Italia. Namun, tak seperti serangan teror massal di negara-negara tetangga macam Inggris hingga Prancis, serangan di Italia relatif berskala kecil dan tidak menyebabkan korban jiwa. Serangan yang mungkin bisa disebut “membahayakan” terjadi kala Mohammed Game berupaya meledakkan Stasiun Santa Barbara Carabinieri di Milan pada 2009 dengan rudal. Namun, dalam aksi itu pun tak jatuh korban jiwa. Hanya Game dan penjaga stasiun saja yang terluka. Tapi, yang harus dicatat, meski tak ada teror berskala besar, Italia bukan berarti bebas sepenuhnya dari aktivitas radikalisasi. Groppi menyatakan aksi ekstremis Islam di Italia sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Italia bahkan jadi basis transit bagi kelompok teroris Islam seperti Jamaah-Islamiyah, Al-Qaeda, Ansar al-Islam, sampai GIA Aljazair. Malahan, Hamza Libya, utusan Osama bin Laden yang bertanggung jawab membangun jaringan Al-Qaeda di Eropa, tinggal di Milan. Dari Italia, ia mengumpulkan dana, memfasilitasi imigran gelap, sampai mengatur koordinasi antar sel-sel teroris guna menyiapkan serangan di kota-kota seperti Madrid dan Casablanca. Sejak 2001, pemerintah Italia telah mendeteksi 108 masjid penyebar ajaran ekstremis. Sebelas di antaranya punya kaitan dengan aktivitas teroris. Sekitar 29 warga negara Italia juga pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok-kelompok militan Islam (jumlahnya menjadi 87 pada tahun 2014). Yang menjadi pertanyaan nya itu adalah dengan aktivitas radikalisasi semacam itu, kenapa aksi teror yang ada di Italia cenderung jarang sekali terjadi?

Terrorism: Tackling the Threat to Italy's “Exceptionalism”

Dalam ‘How Long Will Italy Weather Europe’s Rising Terror Threat?’ Dario Christiani menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang dimana membuat aksi terorisme berskala besar yang ada di Italia jarang sekali dijumpai demografi dan sejarah. Untuk poin pertama, Christiani menyebut, Italia berbeda dengan Perancis, Inggris, Jerman, dan Belgia. Negara-negara ini menampung begitu banyak generasi kedua imigran. Generasi kedua sendiri merupakan kelompok yang berusia muda serta lebih rentan terhadap radikalisasi maupun alienasi (baik dari keluarga maupun masyarakat yang baru). Di Italia, jumlah generasi kedua imigran tak sebanyak negeri-negeri tetangganya. “Italia tidak memiliki populasi besar imigran generasi kedua yang telah deradikalisasi atau berpotensi kena radikalisasi,” kata Francesca Galli, asisten profesor di Universitas Maastricht dan pakar kebijakan kontra terorisme, kepada The Guardian. Dampak susulan dari faktor tersebut adalah di Italia, tidak muncul pusat-pusat radikalisasi di kota-kota besar seperti Molenbeek (Brussels), pinggiran Paris, atau kawasan-kawasan tertentu di London dan Luton (Inggris). Pasalnya, imigran di Italia cenderung memilih tinggal di perkotaan kecil guna menghindari tumbuhnya kantong-kantong permukiman berbasis etnis (ghettoisasi) di kota besar. Faktor penting lain yang berkontribusi besar dalam meminimalisasi aksi teror di Italia, menurut Christiani, adalah pengalaman Italia memerangi mafia, militan sayap kiri dan kanan yang melahirkan gelombang kekerasan domestik pada era 1970-an (sering disebut “Years of the Lead”). Dinamika dalam negeri kala itu membuat pemerintah Italia memperkuat kapasitas pengawasan dan keamanannya. Implementasi upaya “meningkatkan pengawasan dan keamanan” itu termaktub dalam Pasal 270 KUHP Italia. Pasal ini membolehkan negara menyita aset, membatasi pekerjaan, hingga melakukan deportasi. 

 

Kira-kira Apa Peran Mafia?

Di luar alasan yang sudah dikemukakan di atas, ada satu faktor lagi yang membuat aksi terorisme jarang dijumpai di Italia, yaitu keberadaan mafia. Andrea Di Nicola, asisten profesor kriminologi di Universitas Trento, mengakui bahwa mafia juga dapat menghalangi teroris. “Teroris akan selalu memeriksa setiap wilayah sebelum serangan,” katanya kepada The Local. “Sayangnya, mafia menguasai banyak wilayah di Italia, mereka punya kekuatan.” Ungkapan Di Nicola cukup beralasan. Pasalnya, pengaruh dan keberadaan mafia di Italia sudah seperti kanker; sekali kena, langsung mematikan. Mereka bergerak di mana pun, khususnya di selatan Italia. Kekuasaan mereka terlalu kuat. Apakah kalian tidak percaya? Mari lihat faktanya.

Sejarah mencatat, ada beberapa kelompok mafia besar di Italia seperti Cosa Nostra (Sisilia), Camorra (Naples), hingga ‘Ndrangheta (Calabria). Masing-masing punya karakter berbeda. Cosa Nostra, misalnya, adalah sesepuh mafia di Italia. Organisasi ini telah beroperasi sejak 1800-an dan dikenal dengan aturan ketat anggotanya yang bernama “omertà.” Aturan tersebut memaksa para anggota tunduk pada kelompok tanpa terkecuali. Operasi kriminal mereka meliputi perdagangan heroin, pembunuhan, peredaran alkohol. Tak sekadar di Italia saja, aksi mereka pun menjangkau Amerika. Kemudian kelompok ‘Ndrangheta. Kelompok ini adalah mafia yang beroperasi di dekat Sisilia. Awalnya, mereka bagian dari Cosa Nostra. Bisnis mereka adalah perdagangan kokain yang terkoneksi langsung dengan pemasok di Kolombia dan Meksiko. Mengutip data FBI, BBC melaporkan bahwa jumlah anggota empat kelompok mafia di Italia (Cosa Nostra, Camorra, ‘Ndrangheta, Sacra Corona Unita) mencapai 25 ribu orang di dalam negeri, serta 250 ribu di seluruh dunia. Sampai sekarang, kerja-kerja mereka tak bisa dipisahkan dari kejahatan tingkat bawah sampai atas. Europol dalam “Threat Assessment Italian Organised Crime” menyebutkan bahwa aktivitas mereka meliputi perdagangan senjata, pembunuhan, korupsi, penyuapan, intimidasi, pemerasan, penyelundupan-perdagangan manusia, prostitusi, hingga jual-beli obat terlarang. Reputasi itulah yang disinyalir menciutkan nyali teroris. Selain perkara reputasi, alasan lain yang menyebabkan minimnya kasus terorisme di Italia adalah indikasi bisnis antara teroris dan mafia. Dalam sesi berjudul “What the Mafia Has in Common with Protecting the Vatican from Terror Attacks” yang dipublikasikan PBS (Public Broadcast Service), muncul pernyataan bahwa apabila teroris menyerang Italia, maka para mafia yang notabene menjadi pemain utama di pasar gelap perdagangan senjata, bakal memutus akses teroris untuk memperoleh persediaan.

Mafia Italia yang Sangat Menakutkan

Polisi Italia telah melakukan operasi besar-besaran yang bertemakan anti-mafia, polisi telah menangkap puluhan para tersangka yang berada di dekat kota Napoli, Roma dan Agrigento di Sisilia. Perdagangan narkotika, senjata, pemerasan, pembunuhan, penyuapan politisi, prostitusi, hingga pencurian benda-benda seni lainnya. Jadi siapakah mafia Italia itu? Berikut ini ada beberapa mafia yang ada di Italia yang sangat menakutkan yang perlu kalian ketahui. Berikut diantaranya.

 

Cosa Nostra – Mafia Sisilia

Mafia dari Sisilia ini menjadi model bagi mafia-mafia lainnya. Mereka awalnya mengambil alih ‘peradilan’ di lingkungan kecil sekitar sejak tahun 1800-an, lalu berkembang lebih canggih. Kata Cosa Nostra berarti “urusan kita.” Ini merupakan nama asli Mafia yang pertama, dengan huruf M besar, didasarkan pada suatu nama klan, nama keluarga. Kelompok ini terkenal dengan kode etik yang disebut omerta, yang artinya kewajiban tutup mulut dan menuntut kesetiaan penuh. Jika berkhianat maka berisiko untuk disiksa dan dibunuh, atau dijatuhkannya hukuman terhadap keluarga mereka.

Cara Mafia Sisilia Menghabisi Nyawa Musuh dan Pengkhianat - Tirto.ID

Bahkan hingga kini, mereka masih juga sering jadi pihak yang diminta menyelesaikan sejumlah sengketa bisnis, mengembalikan barang-barang curian di Sisilia, sehingga bagai mengolok-olok sistem pengadilan Italia yang lamban. Tapi banyak yang membenci mereka karena mereka mengenakan pizzo, istilah di Sisilia untuk menyebut uang perlindungan, yang mereka peras dari kalangan bisnis. Di Amerika Serikat, mafia Cosa Nostra jadi terkenal setelah menjadi kawanan ‘bandit’ Italia, yang melakukan pemerasan dan jadi tukang pukul di Chicago, New York dan beberapa kota lainnya. Mafia ini semakin meningkatkan kekuatannya di era pelarangan alkohol atau Prohibition era tahun 1920-an.

Biro Investigasi Federal (FBI) di Amerika mengatakan sindikat kejahatan di AS itu umumnya terpisah dari klan mafia di Italia. Perdagangan heroin tetap menjadi bisnis inti bagi mafia Cosa Nostra. Jika mengucapkan kata “mafia” sekarang ini, yang terpikir dalam benak orang-orang adalah Marlon Brando di film The Godfather. Kata Sisilia sebenarnya menyiratkan arti ‘jantan’, dan label itu sering disematkan begitu saja dan secara tidak akurat kepada kelompok kejahatan terorganisir. Beberapa klan mafia Italia beroperasi secara global, bersaing dengan kelompok-kelompok “mafia” yang sama kejamnya : kelompok dari Rusia, Cina, Albania dan beberapa negara lainnya.

Terkadang organisasi-organisasi itu berkoordinasi dalam melakukan kejahatan mereka dan berbagi jarahan. Mafia Cosa Nostra menyusup ke politik dan lokal atau nasional, tidak hanya di Italia tapi juga di AS. Christian Science Monitor dan beberapa media lain pernah mendokumentasikan bagaimana berkuasanya Mafia dalam masyarakat Italia di tahun 1980an. Tapi tidak semua kasus korupsi besar di Italia melibatkan Mafia. Pengadilan “Mafia Capital” di Roma mengekspos korupsi kota besar, tapi tidak terkait mafia. Sekarang ini Cosa Nostra dan tiga kelompok mafia besar Italia lainnya seperti Camorra, ‘Ndrangheta dan Sacra Corona Unita memiliki sekitar 25.000 anggota, dengan 250.000 orang terkait di seluruh dunia, kata FBI. Cosa Nostra boleh dikata pernah berperang dengan negara Italia saat mafia itu dikepalai sang “godfather” Salvatore “Toto” Riina. Pada bulan Mei 1992, anak buah Riina meledakkan sebuah bom yang membunuh jaksa Giovanni Falcone, istrinya dan tiga pengawalnya di pinggiran kota Palermo.

Dua bulan kemudian mereka membunuh penggantinya, Paolo Borsellino dan lima pengawalnya di Palermo, dengan sebuah bom mobil. Riina meninggal di penjara pada blan November 2017, pada usia 87 tahun, saat menjalani 26 hukuman seumur hidup untuk dakwaan pembunuhan. Cosa Nostra mencengkeramkan kekuasaan mereka ke beberapa proyek yang didanai Uni Eropa di Sisilia, mengintimidasi kontraktor-kontraktor setempat. Sebuah penyelidikan yang dilakukan BBC pada tahun 2010 menemukan beberapa ladang kincir angin pembangkit listrik merupakan bidang usaha yang mereka incar. Namun warga Sisilia tak tinggal diam, mereka bangkit melawan. Kelompok anti-Mafia yang disebut Libera Terra menjalankan berbagai bisnis baru, seperti mendirikan berbagai hotel, dengan uang tunai dan properti yang disita dari Mafia. Prof Federico Varese, seorang pakar tentang Mafia dari Universitas Oxford, mengatakan bahwa Cosa Nostra sekarang memeras “pizzo” dari beberapa tempat penampungan migran yang didanai pemerintah di Sisilia. Tapi beberapa kelompok migran bersaing dengan Mafia. Misalnya di bidang prostitusi lokal, katanya kepada BBC. Polisi Italia juga membuat Mafia terdesak dan berada di bawah “tekanan besar” di Sisilia, kata Prof Varese.

 

Camorra – Mafia Napoli

Kelompok mafia lainnya yaitu Camorra, diperkirakan beranggotakan 4.500 orang di Napoli dan Caserta. Bisnis utama mereka adalah narkoba -mereka sering menjalankannya dengan kekejaman brutal. Mereka juga memeras bisnis konstruksi, pembuangan sampah, dan bisnis garmen. Sasaran mereka antara lain pabrik-pabrik Cina yang memproduksi busana Italia bajakan. Kekejaman Camorra pernah didokumentasikan oleh reporter Italia Roberto Saviano, buku tentang mafia tahun 2006 berjudul Gomorrah yang merupakan buku laris.

Mappa della camorra a Napoli, ecco chi "comanda" in città

Saviano kemudian selalu mendapatkan pengawalan polisi dan hidup dalam persembunyian karena diancam dibunuh oleh Camorra. Dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran AS, PBS, Saviano mengatakan “Camorra dan Ndrangheta tidak terlalu rumit hirarkinya dibandingkan Cosa Nostra. Dan lebih kuat pula karena para pemimpin mereka yang lebih muda dan “lebih bergelora” Kejahatan narkoba Camorra telah menyebar ke Spanyol, namun sindikat tersebut tetap berakar di daerah pinggiran miskin Napoli, seperti Scampia dan Secondigliano.

Kekerasan mafia di Ostia, pinggiran kota kecil di Roma, juga terkait dengan Camorra. Orang-orang Italia sangat marah saat anggota klan Spada di sana melakukan kekerasan terhadap seorang jurnalis TV dengan tandukan kepala. Kaum perempuan di klan keluarga Camorra kerap memainkan peran penting sebagai pembawa pesan atau akuntan yang membayar gaji para anggota klan, kata Prof Varese.

 

Ndrangheta – Mafia dari Calabria

Kota Calabria terletak berada di ujung telapak ‘kaki’ di sepatu nya Italia, dekat dengan Sisilia dan juga kelompok ‘Ndrangheta awalnya hanya cabang dari Cosa Nostra. Nama ‘Ndrangheta berasal dari bahasa Yunani yang bertulisan andragathia yang memiliki arti keberanian atau juga kesetian. FBI memperkirakan ‘keanggotaan Ndrangheta terdiri dari sekitar 6.000 orang. Mereka berbasis di salah satu wilayah termiskin di Italia.

Meet the 'Ndrangheta: It's time to bust some myths about the Calabrian mafia  - The Local

Kelompok ini mengkhususkan diri pada perdagangan kokain, dan Prof Varese mengatakan bahwa kalau kelompok ini memiliki hubungan langsung dengan kelompok kejahatan yang ada di Meksiko dan juga Kolombia. Sekiranya ada sebanyak 80% perdagangan kokain yang ada di Eropa dikendalikan oleh mafia ini. Mereka juga terlibat dalam berbagai kriminalitas di kota ini serta sekitar kota Turin di Italia utara. Kebrutalan ‘Ndrangheta ditunjukkan di kota Duisburg, Jerman pada tahun 2007, ketika enam pria Italia yang terkait dengan sindikat kejahatan ditembak mati, dan jasad mereka ditinggalkan dalam kendaraan dekat restoran Italia. Ndrangheta juga dituduh menyelewengkan dana negara yang ditujukan untuk para migran miskin di Calabria.

 

Sacra Corona Unita – Mafia Puglia

Tertúlia Plural: SACRA CORONA UNITA - A QUARTA MÁFIA

Sindikat mafia terkecil dari Italia yaitu Sacra Corona Unita (Mahkota Suci Bersatu) berbasis di Puglia, kota kecil di tenggara Italia. FBI menyebutkan kelompok itu beranggotakan sekitar 2.000 orang dan mengkhususkan diri dalam penyelundupan rokok, senjata, narkoba dan manusia. Puglia adalah jalur alam untuk penyelundupan dari Balkan. Klan Puglia diyakini memiliki hubungan kuat dengan kelompok-kelompok kejahatan di Eropa Timur.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén